Pahami Role Safe Lane Dalam Game Genre Moba

Dalam memainkan game berjenis MOBA seperti DOTA 2, League of Legends, Heroes of Newerth atau Mobile Legends, kalian akan menemukan satu lane yang dinamakan sebagai safelane. Nah biasanya banyak pemain yang tidak paham tentang peranan dan apa yang harus dilakukan jika berada di lane ini. Oleh sebab itu mari kita bahas tentang safe lane.

Safe lane merupakan lane paling aman dalam game MOBA. Biasanya hero-hero yang ditempatkan dalam safe lane adalah hero bertipe carry. Saat mengisi lane ini, hero carry akan dikawal oleh dua orang hero support yang akan menjaga selama proses farming. Tujuannya agar hero carry di team dapat melakukan farming dengan cepat sehingga dapat mendapatkan gold yang banyak.

Dalam mengisi lane ini, biasanya kedua support aja melakukan pengawalan yang sangat ketat. Mereka akan mencoba untuk mengharass lawan agar tidak bisa mendekati creeps yang berada dilane sehingga kalian bisa farming dengan aman tanpa takut ada yang menggangu.

Sebagai seorang carry, kalian juga harus tahu kapan saat yang tepat untuk farming, biasanya ketika support meninggalkan lane ini, pemain akan merasa lupa diri sehingga sering terkena gank dari hero lawan. Biasakan untuk berada pada safezone sehingga proses farming kalian bisa lebih aman.

Perhatikan mini map saat memainkan lane ini, akan ada banyak hero yang mencoba untuk melakukan ganking. Ini disebabkan role carry sangatlah krusial di dalam tim. Sebagai seorang carry, jika sampai tidak bisa farming dengan baik, maka nantinya satu tim akan kesulitan untuk meraih kemenangan.

Produk Aneh Dari Hot Wheels – Zoom In !

Hot Wheels merupakan salah satu produsen mainan yang  berbentuk kendaraan baik itu mobil, motor ataupun kendaraan lainnya. Hot Wheels sendiri merupakan mainan yang sering dijadikan koleksi. Terkadang pihak Hot Wheels mengeluarkan seri terbatas, seri-seri ini biasanya akan mengalami peningkatan harga di masa yang akan datang. Nah, baru-baru ini Hot Wheels mengeluarkan produk terbarunya yang agak nyeleneh yang bernama Zoom In.

Zoom In, produk aneh buatan Hot Wheels

Produk ini merupakan produk yang memiliki bentuk aneh. Bayangkan saja, biasanya Hot Wheels memproduksi mobil-mobilan dengan bentuk yang keren, ada yang berbentuk mobil sport, kendaraan tempur hingga kendaraan angkatan bersenjata yang gagah. Masalahnya untuk yang satu ini, mobil yang diproduksi tidak memiliki bodi, aneh bukan ?

Zoom In, produk aneh buatan Hot Wheels

Sebenarnya mobil ini dibuat untuk digunakan bersama kamera Go-pro. Meski dibuat untuk seri Go-pro, tetapi jenis Go-Pro yang compatible dengan mobil ini hanya versi session saja. Seperti yang kita ketahui, seri session merupakan seri Go-Pro yang memiliki bentuk relatif kecil.

Zoom In, produk aneh buatan Hot Wheels

Nantinya Go-Pro akan dipasangkan pada bagian atas mobil. Kamera ini akan merekam laju Hot Wheels saat berjalan di jalur yang dapat dibeli secara terpisah. Dengan adanya kamera di bagian atas mobil, kita bisa merasakan sensasi seperti orang yang sedang mengendari mobil tersebut.

Zoom In, produk aneh buatan Hot Wheels

Sebenarnya Zoom In tidaklah begitu menarik, dari segi fungsinya juga tidak begitu menarik dan hanya cocok untuk orang-orang yang memiliki Go-Pro saja. Tetapi bagi kalian yang senang videografi, Hot Wheels yang satu ini dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menunjang kegiatan videografi kalian.

Terakoya – Sekolah Publik Pertama Pada Zaman Edo

Pada zaman edo dulu di Jepang, ada satu sistem pendidikan yang dinamakan Terakoya. Sistem pendidikan ini dikhususkan bagi masyarakat biasa. Untuk beberapa daerah ada yang mengajarkan teknik sempoa. Sistem pendidikan ini tersebar di seluruh penjuru Jepang pada zaman edo dulu.

Ada begitu banyak terakoya yang tersebar di seluruh negeri pada tahun 1830 hingga tahun 1844. Di akhir masa keshogunan, ada sekitar 40 ribu terakoya termasuk lembaga pendidikan lainnya yang berkontribusi untuk masyarakat agar melek huruf.

Awalnya terakoya muncul pada abat ke-17, pada saat itu terakoya dibangun di kuil-kuil Buddha. Sejatinya sistem pendidikan ini muncul bagi anak keluarga samurai dan penguasa, sayangnya karena begitu banyak anak yang buta huruf dan membutuhkan pendidikan agar dapat melek huruf, maka sistem pendidikan ini menjadi sistem pendidikan yang merakyat.

Berbeda dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia, sistem pendidikan pada zaman edo dulu justru memberikan kebebasan bagi si anak untuk memilih buku apa yang ingin ia pelajari, ada buku dagang, ada buku pertanian dan ada buku lainnya.

Meski terakoya memfokuskan diri untuk memberi pengajaran membaca dan menulis, tetapi mereka juga memberi subjek tambahan seperti tentang kedisiplinan dan juga menghitung cepat menggunakan metode sempoa. Tidak hanya itu, mereka juga membahas permasalahan geografi hingga sejarah. Untuk kaum wanita, mereka juga akan mendapatkan pengajaran mengenai menjahit, upacara minum teh hingga seni kerajinan tangan lainnya.