Traveling Numpang di Rumah Warga Sekitar Part 2

Saya segera menuju ke Mesjid setelah berpamitan kepada si Ibu warung. Saya berjalan sekitar beberapa ratur meter dan menemukan masjid yang terlihat kosong. Berawal ingin izin, tapi melihat jam sudah pukul 9 lewat, saya membatalkan niat itu. “Sudah ah, tidur saja di mesjid” pikirku.

Setelah membuka matras dan mengeluarkan sleeping bag, lalu saya seperti biasa Shalat dulu di mesjid. Entah mengapa saat Shalat saya merasa ada yang memperhatikan. Entah siapa.

Setelah itu saya langsung merebahkan diri di lantai yang cukup dingin. Pintu mesjid sudah dikunci mau tidak mau saya tidur diluar, tiba2 ada yang menegur saya. “Adek, ngapain tidur disini? Lagi cari kerja kah?” ujar seorang Bapak paruh baya. “Maaf, pak. Saya menumpang tidur disini, besok mau ke kawah Ijen” ujarku. “Hooo, jangan disini, kalau malam suka banyak cerita hantunya lho” kata si Bapak sambil tertawa. “Sudah, ngopi dulu dirumah Pak RT” kata si Bapak.

Sayapun jelas mengiyakan. Saya butuh kopi hangat malam ini. Udara cukup dingin. Setelah itu saya dan sang Bapak menuju ke rumah Pak RT, dan setelah agak lama mengetuk, Pak RT pun keluar dan mempersilahkan masuk. “Yudha, pak. Saya dari Bandung ingin ke kawah Ijen, tapi saya datang terlalu sore dan bingung mau tidur dimana, saya sendrian pak” kataku sambil memperkenalkan diri. “Kalau boleh, saya bisakah menumpang di Mesjid pak?” tanyaku ragu. “Sudah, ngopi saja kamu, di dalam ada nasi sama lauk. Makan saja dulu, nanti tidur disini. Ada kamar kosong kalau kamu mau, tapi seadanya, gapapa kan Dek?” tawar si Bapak.

Saat itu saya merasa keberuntungan datang. Saya tidak pernah berniat untuk menumpang dirumah penduduk, tetapi kebaikan hati pak RT yang memberikan saya tempat untuk menginap, yang sebelumnya saya belum pernah bayangkan.

Pelajaran yang dapat dipetik: setelah menumpang di banyak tempat, saya sering sekali dan terharu mendengar prinsip seperti ini “beta ikhlas dgn para pendatang, beta kasih inap dan makan karena beta tau, anak atau saudara beta juga ada yang merantau ke Jawa, dan beta juga ingin anak beta di terima dengan baik oleh penduduk disana”.

Traveling Numpang di Rumah Warga Sekitar

Kembali lagi di rubrik #momencatatanbackpacker yang membahas momen2 tak terlupakan mimin selama backpackeran. Nah mimin selama backpackeran ini bisa dibilang ga pernah namanya tidur di penginapan, pasti tidur di teman, couchsurfer, numpang rumah penduduk, ataupun tempat umum. Terus mau tau kisahnya mimin dulu gimana sih bisa numpang rumah penduduk? Gini nih ceritanya.

“Permisi Ibu, numpang duduk boleh ya Bu?” tanyaku kepada seorang Ibu di Desa Licin, saat saya sedang mau menanjak ke Kawah Ijen. “Oh boleh, adek mau kemana dek?” tanya Sang Ibu. Saya mendapatkan tanda baik saya ibu menyahut balik, mungkin bisalah saya menumpang tidur di depan warung. “Mau ke Ijen ibu, rencana mau numpang Truk Batu keatas bu, ke Paltuding” kataku.

“Wah ini sudah malam dek. Ga ada lagi truk batu jam segini, besok baru ada.” kata si Ibu. Saya melihat memang sudah tak ada lagi rona matahari yang menemani saya semenjak dari Banyuwangi tadi. Ya, mau tidak mau saya harus bermalam, atau numpang Jeep dengan konsekuensi membayar lebih mahal untuk sampai Paltuding.

Hmmm ibu, kira2 bisa nggak bu, saya mau numpang tidur disini?Maksud saya di depan warung saja bu, ngemper” kataku dengan sedikit gagap. It’s my first trial. Karena saking gugup dan ga enaknya, saya menutupi muka yang agak malu sambil menunduk dan menyeruput mie hangat yang saya pesan sebelumnya.

Wah nggak bisa dek, jangan. Suka banyak anjing tengah malam” katanya. Saya sih gak percaya ada anjing atau nggak. Kalaupun ada bodo amat. Saya cuma mau saya bisa numpang dimanapun tapi barang saya tetap aman. “Kalau mau, di Mesjid saja. Ada mesjid beberapa ratus meter disini. Tapi izin dulu ya, namanya juga tempat ibadah” kata si Ibu. Saya melihat jam tangan saya, sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam. Hm, saya cukup bingung saat itu, saya tidak masalah sih tidur di Mesjid, tapi kadang ga enak karena kalau mesjid di Desa biasanya ramai, dan memang bukan tempat untuk menumpang, berbeda dengan masjid di perkotaan yang relatif lebih sepi dan bisa menumpang untuk istirahat.

SD Muhammadiyah Laskar Pelangi di Belitung

Siapa yang pernah nonton laskar pelangi? Salah satu film yang diangkat dari sebuah kisah nyata yang sangat mengharukan ini rupanya melakukan syuting di belitung. Nama sekolahnya yaitu SD Muhammadiyah yang tampak sudah sangat lusuh sekali.

Kemaren, tim mampir ke salah satu sekolah yang paling hits di Belitung. Meskipun cuma replikanya, sekolah ini hits karena menjadi sekolah dari Lintang CS di film Laskar Pelangi.

Ya, SD Muhammadiyah. SD ini terlihat tua dan sepertinya disenggol sedikit saja roboh. Lokasinya berada di atas gundukan pasir putih. Kalau melihat kedalam, rasanya sih miris. Kursi dan Meja yang tidak layak pakai. Lantai tanah. Ya, mungkin properti film dibuat seperti ini.

Nah, katanya sekolah aslinya sih udah diperbaiki, letaknya juga di Kota Gantung. Hmmm, tapi kasihan juga yah kalau harus belajar di sekolah seperti ini. Bersyukurlah bagi temen-temen yang mendapatkan pendidikan ditempat yang layak. Jadi mulai mikir SKRIPSI yang belom kelar, duh pendidikan ayo ah!

Nah, pagi gini udah ngopi belom? Bagi kamu para pecinta kopi, belum afdhal kalau main ke Belitung tapi nggak mampir ke Manggar. Kota Manggar lebih dikenal dengan kota 1001 warung kopi. Lho kok bisa?

Selama perjalanan keliling Manggar, ada sih beberapa spot menarik seperti pantai Serdang, Pantai Nyiur Melambai, dan Bukit Samak. Tapi yang lebih terkenal di Kota Manggar adalah banyaknya warung kopi. Bahkan sampai disebut 1001 warung kopi. Entah sejarah pastinya gimana, yang Yud sempat tanyakan ke warga sekitar dulu biasanya para penambang timah setiap sorenya selalu ngopi, dan berkembanglah warung kopi itu sampai sekarang. Warung kopi inj juga sebagai tempat ngumpul dan bercengkerama, pusat informasi, lowongan pekerjaan, bahkan gosip dibahas di warung kopi ini! Bahkan ada warung kopi yang tua banget, seperti warung Kopi Anui. Kopi yang dijualnya pun rasanya khas banget. Biasa disebut kopi-O.

Jadi kalau yang main ke Belitung dan ngaku coffee addict, rugi besar kalau ga mampir kesini. Di setiap gang, selalu ada warung kopi. Serius banyak banget!

Yuk, ngopi pagi ini! Kamu sukanya kopi apa?

Trip ke Luar Negeri, Penting Nggak Sih?

Banyak sekali pro kontra yang dialami oleh para traveller. Salah satunya adalah jika mengunjungi luar negeri, akan di cap oleh masyarakat karena tidak mencintai negara sendiri. Apabila mengelilingi tanah air, akan di cap sebagai traveller yang tidak asik. Nah, jadi trip ke luar negeri penting gak sih?

Mari beropini aja yuk mengenai trip ke luar negeri. Akhir-akhir ini Yud banyak posting tentang spot di Luar Negeri. Banyak yang nanya kok sekarang post nya di LN min? Lho, traveling ke Luar Negeri itu nggak dosa lho. Terus kenapa harus mencoba traveling ke luar negeri? Dibaca dulu yuk!

1. Membuka Wawasan.
Yup! Jangan dirumah aja yuk. Dunia itu luas lho. Mungkin kamu bisa dapat banyak hal di Indonesia, tapi kamu juga bisa belajar lebih banyak di luar. Pasti setiap negara memiliki keunikan dan kearifan lokalnya masing-masing.

2. Nasionalis!
“Lho ngapain ke LN? Gak nasionalis ih” . Banyak yang berpendapat seperti ini. Anggap aja kita sebagai duta wisata negara lho. Kamu bisa mempromosikan Indonesia lewat foto-foto kepada temanmu yang kamu temui di luar sana. Nasionalis bukan diukur dari kamu pergi ke LN apa nggak. Kecuali kamu menjadi pengkhianat bangsa dengan membongkar rahasia negara.

3.Makin cas cis cus!
Ga jago Inggris? Nah kalau di luar kan otomatis kamu pasti pakai bahasa Inggris, dan pastinya bakal terbiasa lama-lama. Jamin!

4.Perbanyak teman, cari jodoh.
Nah! Senang banget lho punya teman dimana-mana. Siapa tau kamu bisa numpang dirumah teman bule mu saat kamu pelesir kesana. Atau malah jadi jodoh? Who knows.

5.Toleran.
Adat yang berbeda memaksa kamu untuk lebih bertoleran dalam menyingkapinya. Kamu nggak bisa maksain adat di Indonesia dengan adat disana.

6.Menjadi Inspirasi.
Saat melihat sesuatu yang baru, biasanya akan menjadi inspirasi untuk jauh lebih kreatif. Serius!

7.Bersyukur kita lahir di Indonesia.
Dibalik carut marutnya Negeri kita saat ini, ternyata masih ada yang bisa kita banggakan. Negara mana yang punya 17000 pulau dengan ratusan gunung, serta suku, bahasa, budaya, dan adat yang banyak banget?

Perjalanan Tanjung Selor di Kalimantan

Selama di Tanjung Selor, saya ditemani oleh saudara sepupu, yaitu Bayu. Bayu mengantarkan saya ke beberapa tempat menarik yang berada di Tanjung Selor.

“Yud, di Tanjung Selor nggak terlalu banyak spot wisata. Kebanyakan sih di Nunukan atau Malinau. Makanya heran juga aku, kau kesini cari wisata apa.” ujar Bayu.

“Nah, kan sekalian kunjung keluarga Bay. Sudah berapa tahun kita gak ketemu. Terakhir ketemu kita masih bocah.” balasku sambil tertawa.

Hari ini, destinasi pertama kami yaitu pemandian kilometer 14. Letaknya yang tak begitu jauh memungkinkan kami untuk pergi kesana. Perjalanan menuju kesana sebetulnya tidak sulit, tetapi jalan aspal campur tanah yang menjadi hambatan. Untungnya, mobil 4WD yang kami gunakan dapat melewati hambatan itu.

Singkat cerita, akhirnya kami sampai juga di pemandian itu. Tetapi kami terkejut dengan pemandangan yang kami lihat.

“Yud, sumpah. Terakhir aku kesini nggak kaya gini.” ujar Bayu.

Saya memperhatikan sekeliling. Berantakan. Terlihat Bangunan cafe yang sepertinya tak diurus lagi. Banyak sampah dan dedaunan yang tak dibersihkan. Belum lagi areal parkir yang becek. Tak ada satupun penjaga disini, bahkan tak ada orang selain kami.

“Sepertinya udah jarang dipakai Bay?”.

“Dulu padahal kadang rame Yud, suka main di sungai situ pada berendam.” ujar Bayu.

Lalu saya berjalan kearah hutan dan dan keliling sejenak. Terdapat beberapa kursi dan meja yang terbuat dari beton. Ada beberapa tempat sampah. Sepertinya tempat ini dulunya ramai, tapi tiba-tiba sepi begitu saja.

Untungnya, pepohonan masih terlihat lebat. Jadi saya memutuskan untuk mengambil beberapa gambar disana. Tapi tetap saja rasanya sedih, disaat ada suatu tempat yang punya potensi, tetapi ditinggalkan begitu saja. Hal seperti ini yang harus digali lebih dalam lagi.

Akhirnya sekarang sampai juga di Banjar! Sebelum explore Banjar, masih Lanjut cerita yang kemarin di Bulungan. Setelah puas explore Pemandian KM 14, saya dan Bayu melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Palas, dengan destinasi sejarah yaitu Musium Kesultanan Bulungan. Sama seperti musium-musium Kesultanan lainnya, di musium ini juga terdapat banyak artifak bersejarah peninggalan Kesultanan Bulungan masa itu.

Beberapa hal yang cukup menarik disini adalah dahulu kala pernah ada kapal yang tenggelam di tengah-tengah sungai Bulungan, dan sampai sekarang bangkainya masih ada. Belum lagi ternyata masih ada rumah-rumah peninggalan sultan yang masih ditinggali oleh keturunan hingga sekarang.

Dan selalu kalau jalan-jalan ke museum, gaya yang wajib dilakukan adalah berfoto di singgasana. Kalau kata orang dulu menarik jodoh. Siapa tau ada yang mau bersanding.

Cerita Jelajah 1000 Telaga di Indonesia

Baru posting lagi, karena sepulang dari trip kemarin langsung kena gejala tipes, mungkin karena kecapean. Terbukti kan jalan-jalan terus bukan berarti senang-senang aja tapi harus bisa jaga kesehatan? :D.

Perjalanan saya bersama Jelajah Merdeka sebenarnya sudah usai, tapi ceritanya belum selesai. Mari kita lanjutkan cerita yang kemarin. Setelah asyik menikmati Soto Krandegan, kami langsung meluncur ke arah Dieng. Yang pernah ke Dieng pasti tau kalau Dieng memiliki banyak sekali danau-danau cantik. Nah, danau cantik yang pertama kami kunjungi adalah Telaga Cebong.

Siapa sih yang nggak tahu Telaga Cebong? Setiap orang yang ke Puncak Sikunir pasti melewati Telaga Cebong ini. Iya, letaknya persis disebelah kanan gerbang masuk Sikunir. Biasanya, wisatawan yang malas mendaki Sikunir memilih nangkring di warung-warung sekitaran Cebong. Banyak juga orang yang kemping disekitaran danau juga lho!

Boleh juga lah buat dijadiin tempat kemping. Apalagi suhunya itu lho, dingin-dingin empuk. Enak banget di tenda ngagoler sambil pelukan.

Sebenarnya masih ada beberapa postingan tentang Jelajah Merdeka Negeri 1000 Danau, jadi dilanjutin aja. Tim akhirnya melanjutkan perjalanan ke Telaga Dringo. Untuk review Dringo sendiri, udah pernah saya tulis dua bulan yang lalu. Yang jelas, Dringo ini kece banget karena dijamin sepi. Dringo dijamin sepi karena jarang wisatawan yang sampai di Dringo karena letaknya yang cukup jauh. Nah lain kali kalau ke Dieng, ya wajib lah ke Dringo!

Nah, berhubung sebentar lagi selesai kontrak kerja nih, saya udah bikin banyak plan buat next trip. Rencananya, bulan depan saya bakal overland ke satu negara yang lokasinya cukup jauh dan cukup menantang. Perjalanan kali ini bakalan cukup lama, hampir sebulan (mentok di visa) dan pastinya backpacker abis. Kereta dan Couchsurfing bakal jadi transportasi dan akomodasi utama. Ada yang bisa nebak mau kemana?

Jadi setelah explore Dieng, tim Jelajah Merdeka melanjutkan perjalanan ke Rawa Pening, Salatiga. Pemandangan Rawa Pening ini kece banget lho! Dari mulai danau yang ukurannya segede bagong, sampai gunung-gunung yang menjadi backgroundnya! Dari Gn Merbabu, Gn Sindoro Sumbing, dan lain-lain! Source : @catatanbackpacker.

Tradisi Tatung di Singkawang Sejak 1737

Salah satu tradisi dari china adalah budaya tatung. Tatung kali ini akan kita bahas dari salah satu daerah yang setiap tahunnya mengadakan festival tatung yaitu Singkawang. Masyarakat keturunan cina di singkawang masih sangat menjaga budaya dari leluhurnya dan melakukan festival tatung setahun sekali pada saat imlek.

Tatung berasal dari bahasa Hokkian yang memiliki arti untuk orang – orang terpilih atau orang yang memiliki kemampuan untuk menjadi wadah bagi dewa yang berkunjung sehingga dapat melakukan berbagai atraksi menantang maut. Dipercayai tubuh sang tatung akan dipinjam oleh dewa ataupun datuk sebagai media komunikasi dengan sekitar.

Biasanya ketika dewa sudah masuk ke dalam tubuh, dapat dilihat dari sorotan mata ataupun gerak – gerik tubuhnya. Bahkan dipercayai jika dewa yang lebih tinggi masuk, maka sang tatung harus duduk ditandu dan tidak boleh sembarangan untuk berjalan di jalanan biasa.

Perayaan ini dipercayai adalah untuk mengusir roh jahat dan juga meniadakan kesialan yang dapat terjadi di tahun tersebut. Setiap aksi dari tatung selalu sangat menegangkan namun kita juga pasti akan tercengang karena keren.

Tatung di singkawang pun dipercayai sudah sangat lama sekali masuk ke kota tersebut. Menurut sejarah, pada tahun 1737 tatung ini mulai memasuki Singkawang lewat masyarakat china yang merantau. Semenjak saat itu, tradisi ini terus dibawa sampai sekarang.

Nah, Festival Tatung ini merupakan salah satu atraksi dari banyaknya rangkaian festival Cap Go Meh yang diadakan setiap tahunnya di Singkawang. Percaya nggak sih, festival tahun ini memecahkan 4 rekor MURI lho!

Yang pertama, Festival dengan jumlah Tatung terbanyak (ada 1038 orang Tatung!), lalu ada gerbang Festival Cap Go Meh terbesar di Indonesia, lalu festival Lampion dengan Lampion terbanyak se Indonesia (sekitar 20 ribu lebih), dan juga rekor hadirnya 9 naga besar yang dibawa oleh yayasan yang mengikuti festival tahun ini.

Menarik sekali bukan mengenal salah satu budaya lagi yang ada di Indonesia? Memang Indonesia selalu mengejutkan dengan ratusan ribu bahasa, tradisi, serta budaya yang menarik. Menjelajahi Indonesia adalah salah satu pilihan terbaik dalam hidup.

Tinggal Bersama Sebelum Menikah Menjadi Tradisi Baru

Sekarang di Indonesia terutama di kota-kota besar, sudah tidak heran bila kita temui pasangan pacaran yang sudah tinggal bareng. Entah tinggal bareng di kosan, apartemen bahkan rumah. Dan ada beberapa orang tua dari pasangan ini tahu bahwa mereka tinggal bersama, tapi orang tua terima-terima saja. Mungkin sedikit aneh rasanya, karena di Asia tradisi kultur, masih cukup melekat pada masyarakat. Aturan-aturan yang bisa di bilang old school, masih banyak diterapkan. Seperti adanya jam malam, pacaran setelah selesai sekolah atau sudah cukup umur, dan lain sebagainya. Jadi terasa sedikit kaku jika melihat ada orang tua yang baik-baik saja melihat anak mereka yang belum menikah sudah tinggal bersama dengan pasangan mereka. Ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan.

Masuknya Tradisi Kebaratan Di Indonesia

Indonesia yang menjadi tempat perhentian dan destinasi bagi wisatawan untuk berlibur karena berbagai keindahan alam yang ditawarkan, membuat wisatawan dari berbagai negara datang berkunjung. Sehingga banyak kita temui wisatawan di Indonesia apalagi di kota-kota besar, dan banyak di antaranya sudah menetap di Indonesia, ada yang bekerja atau bahkan menikah dengan orang pribumi. Dan tradisi mereka dan kita yang cukup bertolak belakang, tradisi orang barat yang sedikit bebas, yang mereka tipenya hidup mandiri, yang apa-apa dilakukan sendiri, lebih memanfaatkan diri sendiri, sehingga mereka di umur muda, sudah diberikan kebebasan dalam menjalani hidup mereka. Dan itulah yang diterapkan mereka saat mereka menginjakkan kaki di Indonesia.

Jadi tidak heran perlahan orang pribumi pun mulai mengikuti tradisi ini, dan salah satunya tradisi tinggal bareng sebelum menikah. Jika kita orang merasa ini tidak etis, bagi orang barat, ini sah-sah saja, memang hal ini masih menjadi pro dan kontra. Tapi semua balik lagi ke kita, kembali ke bagaimana kita merespon.

Plus Minus Dari Kebiasaan Tinggal Bersama Sebelum Menikah

Kita ulik dulu dari sisi positifnya dalam hubungan pacaran yang tinggal bersama. Dari pengalaman-pengalaman pasangan yang sudah merasakan tinggal bareng sebelum menikah, banyak dari mereka mengatakan bahwa tinggal bersama sebelum menikah, membuat hubungan mereka makin erat. Makin tahu kurang lebih pasangan. Karena sifat seseorang akan muncul ketika sudah tinggal bersama. Sehingga saat mereka menikah, tidak banyak perubahan atau hal yang membuat mereka kaget akan sifat dari pasangan mereka, karena sudah tahu dulu dan sudah ada adaptasi tinggal bersama, berbagi hal, dan lain sebagainya.

Disisi sebaliknya, tinggal bersama sebelum menikah masih menjadi hal tidak etis dalam tradisi orang Indonesia. Karena dapat memicu hal tidak diinginkan terjadi, seperti hamil di luar nikah, seks bebas, dan lain sebagainya. Karena di umur yang muda, orang masih sulit mengatur emosi dan hawa napsu. Jadi memiliki peluang besar terjadinya kesalahan atau masalah.

Pernikahan Dini Menjadi Trend Di Kalangan Anak Muda

Hari ini, kita akan ngebahas soal maraknya terjadi pernikahan dini. Tak hanya di Indonesia, bahkan di negara-negara tetangga pun banyak juga kasus pernikahan dini. Memang, baik tidak dilakukan pernikahan di usia dini? Apa ada aturan yang mengatur? Mengapa banyak orang mulai gemar melakukan pernikahan di usia dini? Mari kita ulik lebih dalam lagi mengenani pernikahan dini.

Penyebab Banyaknya Kasus Pernikahan Dini

Di era sekarang ini, makin banyak terjadi pernikahan di usia dini. Memang pada usia berapa sih normalnya atau baiknya orang menikah?  Menurut penelitian usia yang baik untuk menikah adalah kalau wanita di umur 22-26 tahun adalah umur yang pas melakukan pernikahan. Kalau pada pria di sekitar umur 24-28 sudah pas dilakukan pernikahan. Kenapa di umur begitu? Karena menurut riset yang telah dilakukan, umur segitu adalah umur orang bisa dikatakan matang. Dari segi hormon, cara berpikir, umur segitu, orang sudah mendapatkan hak penuh untuk diri sendiri (kalau secara hukum) atau sudah bisa bertanggung jawab penuh diri sendiri. Umur yang sudah dikatakan cukup untuk melakukan perjanjian, dan sudah cukup dewasa untuk menyikapi sesuatu.

Pernikahan dini juga tidak bisa dilarang, karena pernikahan dini yang yang diselenggarakan telah mendapatkan restu dari kedua pihak keluarga, adalah sah di mata hukum. Mungkin yang menjadi perdebatan pro dan kontra adanya pernikahan dini adalah lebih ke masalah mental, kesiapan mental kedua pasangan sudah matang untuk arah yang lebih serius seperti pernikahan.

Menurut riset yang dilakukan, beberapa alasan atau penyebab utama orang melakukan pernikahan dini, ada yang karena memang sudah sama-sama mau dan orang tua dari kedua belah pihak juga sudah merestui, ada juga karena dijodohkan, dan ada juga karena terjadi keselahan seperti hamil di luar nikah, sehingga segera dilakukan resepsi pernikahan.

Dampak Baik Dari Melakukan Pernikahan Dini

Pernikahan yang dilakukan di usia dini sebenarnya mendatangkan plus minus juga ya. Bagaimana berkembang dan jalannya suatu hubungan pernikahan balik kepada pasangan yang menjalani hubungan. Tapi jika dilihat kenapa masih banyak terjadi pro dan kontra akan terjadinya pernikahan di usia dini, kalau untuk dampak positif:

  • Menjauhkan anak pada sikap seksual bebas. Ada beberapa orang beranggapan, “ya enggak apa-apa menikah di usia dini, toh kalau sama-sama mau dan keluarga sudah merestui, mau ditunggu apa lagi, daripada terjadi perzinahan, mending segera disahkan”. Memang ada benarnya. Kalau orang tua juga sudah sama-sama restui dan tanpa ada pemaksaan, kenapa tidak.
  • Pasangan muda ini memiliki anak di usia cukup muda, jadi saat anak mulai berusia remaja, perbedaan umur antara anak dan orang tua tidak terlalu jauh, jadi masih bisa di imbangi pemikiran orang tua dan anak. Karena banyak yang bilang, jika perbedaan umur yang terlalu jauh antara orang tua dan anak, biasanya orang tua sedikit kolot sehingga susah mengerti perasaan dan maunya sih anak.

Dampak negatif dari pernikahan di usia dini

Pernikahan dini juga kurang efektiv jika dinilai oleh beberapa pakar. Karena di khawatirkan pada umur yang masih terlalu muda, mental dan pola pikir anak belum matang untuk proses yang lebih serius. Karena pernikahan hal yang bukan untuk main-main.

  • Pemikiran dan mental yang belum begitu matang. Di usia yang muda, anak-anak cenderung lebih dominan memakai egonya dibanding logika. Jadi agak sulit untuk menjalankan dan mempertahankan sebuah pernikahan di usia muda, sehingga banyak terjadi perceraian.
  • Belum memiliki pengalaman yang cukup sehingga sulit untuk mengurus keluarga dan menajalankan tanggung jawab yang lebih besar.
  • Keinginan untuk bersantai masih cenderung lebih besar daripada memfokuskan diri pada keluarga dan masa depan keluarga.

Harapkan Gianluigi Donnarumma, Chelsea Mulai Mendekati Mino Raiola

Harapkan Gianluigi Donnarumma, Chelsea Mulai Mendekati Mino Raiola

Chelsea kelihatannya betul-betul serius ingin membawa Gianluigi Donnarumma di panas musim ini. Team asal London Barat itu disampaikan mulai dekati Mino Raiola untuk memuluskan transfer si penjaga gawang ke Stamford Bridge.

Chelsea dijumpai bakal aktif di transfer bursa musim panas kelak. Thomas Tuhel disampaikan punyai susunan pemain yang ingin dia hadirkan supaya Chelsea jadi lawan gelar yang serius musim depan.

Menurut isu yang tersebar, Tuhel inginkan figur Gianluigi Donnarumma di teamnya. Dia ingin si penjaga gawang jadi alternatif Kepa yang performanya benar-benar menyebalkan.

The Kilat mengakui jika Chelsea mulai bergerak untuk memperoleh Donnarumma. Mereka telah merajut komunikasi dengan si agen, Mino Raiola.

Bisa Gratis

Berdasar laporan itu, Chelsea tengah berusaha supaya bisa memperoleh Donnarumma pada musim panas kelak.

Si penjaga gawang dipandang ialah sebuah kiepr muda terbaik di dunia. Dia telah mempunyai jam terbang yang tinggi walau masih berumur 22 tahun.

Kontraknya di Milan bakal habis pada musim panas kelak, hingga Chelsea memandang mereka enggak bisa melepaskan kesempatan kali ini.

Nego dengan Agen
Untuk amankan layanan Donnarumma, Chelsea telah mengontak Mino Raiola.

Super agen asal Italia itu dikabarkan menyongsong baik ajakan Chelsea itu. Karena dia memandang Donnarumma pantas bermain di club yang lebih fantastis dari Milan.

Proses perundingan di antara ke-2 faksi tengah berjalan dan Chelsea mengharap dapat memberikan keyakinan Raiola untuk bawa Donnarumma ke London.

Ingin Bertahan
Berdasar laporan yang serupa, Donnarumma sendiri masih ingin bertahan di dalam Milan.

Tetapi karena penawaran kontrak dari Rossonerri begitu rendahan, dia menimbang untuk berpindah club.