Traveling Numpang di Rumah Warga Sekitar Part 2

Saya segera menuju ke Mesjid setelah berpamitan kepada si Ibu warung. Saya berjalan sekitar beberapa ratur meter dan menemukan masjid yang terlihat kosong. Berawal ingin izin, tapi melihat jam sudah pukul 9 lewat, saya membatalkan niat itu. “Sudah ah, tidur saja di mesjid” pikirku.

Setelah membuka matras dan mengeluarkan sleeping bag, lalu saya seperti biasa Shalat dulu di mesjid. Entah mengapa saat Shalat saya merasa ada yang memperhatikan. Entah siapa.

Setelah itu saya langsung merebahkan diri di lantai yang cukup dingin. Pintu mesjid sudah dikunci mau tidak mau saya tidur diluar, tiba2 ada yang menegur saya. “Adek, ngapain tidur disini? Lagi cari kerja kah?” ujar seorang Bapak paruh baya. “Maaf, pak. Saya menumpang tidur disini, besok mau ke kawah Ijen” ujarku. “Hooo, jangan disini, kalau malam suka banyak cerita hantunya lho” kata si Bapak sambil tertawa. “Sudah, ngopi dulu dirumah Pak RT” kata si Bapak.

Sayapun jelas mengiyakan. Saya butuh kopi hangat malam ini. Udara cukup dingin. Setelah itu saya dan sang Bapak menuju ke rumah Pak RT, dan setelah agak lama mengetuk, Pak RT pun keluar dan mempersilahkan masuk. “Yudha, pak. Saya dari Bandung ingin ke kawah Ijen, tapi saya datang terlalu sore dan bingung mau tidur dimana, saya sendrian pak” kataku sambil memperkenalkan diri. “Kalau boleh, saya bisakah menumpang di Mesjid pak?” tanyaku ragu. “Sudah, ngopi saja kamu, di dalam ada nasi sama lauk. Makan saja dulu, nanti tidur disini. Ada kamar kosong kalau kamu mau, tapi seadanya, gapapa kan Dek?” tawar si Bapak.

Saat itu saya merasa keberuntungan datang. Saya tidak pernah berniat untuk menumpang dirumah penduduk, tetapi kebaikan hati pak RT yang memberikan saya tempat untuk menginap, yang sebelumnya saya belum pernah bayangkan.

Pelajaran yang dapat dipetik: setelah menumpang di banyak tempat, saya sering sekali dan terharu mendengar prinsip seperti ini “beta ikhlas dgn para pendatang, beta kasih inap dan makan karena beta tau, anak atau saudara beta juga ada yang merantau ke Jawa, dan beta juga ingin anak beta di terima dengan baik oleh penduduk disana”.

Traveling Numpang di Rumah Warga Sekitar

Kembali lagi di rubrik #momencatatanbackpacker yang membahas momen2 tak terlupakan mimin selama backpackeran. Nah mimin selama backpackeran ini bisa dibilang ga pernah namanya tidur di penginapan, pasti tidur di teman, couchsurfer, numpang rumah penduduk, ataupun tempat umum. Terus mau tau kisahnya mimin dulu gimana sih bisa numpang rumah penduduk? Gini nih ceritanya.

“Permisi Ibu, numpang duduk boleh ya Bu?” tanyaku kepada seorang Ibu di Desa Licin, saat saya sedang mau menanjak ke Kawah Ijen. “Oh boleh, adek mau kemana dek?” tanya Sang Ibu. Saya mendapatkan tanda baik saya ibu menyahut balik, mungkin bisalah saya menumpang tidur di depan warung. “Mau ke Ijen ibu, rencana mau numpang Truk Batu keatas bu, ke Paltuding” kataku.

“Wah ini sudah malam dek. Ga ada lagi truk batu jam segini, besok baru ada.” kata si Ibu. Saya melihat memang sudah tak ada lagi rona matahari yang menemani saya semenjak dari Banyuwangi tadi. Ya, mau tidak mau saya harus bermalam, atau numpang Jeep dengan konsekuensi membayar lebih mahal untuk sampai Paltuding.

Hmmm ibu, kira2 bisa nggak bu, saya mau numpang tidur disini?Maksud saya di depan warung saja bu, ngemper” kataku dengan sedikit gagap. It’s my first trial. Karena saking gugup dan ga enaknya, saya menutupi muka yang agak malu sambil menunduk dan menyeruput mie hangat yang saya pesan sebelumnya.

Wah nggak bisa dek, jangan. Suka banyak anjing tengah malam” katanya. Saya sih gak percaya ada anjing atau nggak. Kalaupun ada bodo amat. Saya cuma mau saya bisa numpang dimanapun tapi barang saya tetap aman. “Kalau mau, di Mesjid saja. Ada mesjid beberapa ratus meter disini. Tapi izin dulu ya, namanya juga tempat ibadah” kata si Ibu. Saya melihat jam tangan saya, sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam. Hm, saya cukup bingung saat itu, saya tidak masalah sih tidur di Mesjid, tapi kadang ga enak karena kalau mesjid di Desa biasanya ramai, dan memang bukan tempat untuk menumpang, berbeda dengan masjid di perkotaan yang relatif lebih sepi dan bisa menumpang untuk istirahat.

Kompyang Makanan Khas Ruteng

Selamat siang. Apa kabarnya siang ini ? Semoga selalu semangat dan sehat di senin ceria ini. Setelah mengunjungi Wae Rebo, Devmin pun kembali lagi ke Ruteng. Masih bersama travel mate Devmin, @yusni_mustafa kami masih meng-explore Ruteng.

Nah, kali ini kami sedang berada di sebuah sawah yang unik banget. Sawahnya berbentuk spider field atau jaring laba-laba. Masyarakat disini biasa menyebutnya dengan Lodok. Dalam bahasa manggarai, Lodok sendiri berarti titik pusat atau sentral sawah. Sementara layer-layer yang mengelilinginya di sebut Cicing. Satu kesatuan antara Lodok dan Cicing di sebut Lingko. Nah, tempat Devmin dan Yusni sekarang lagi foto di Lingko Lindang.

Selain mengunjungi sawah kamu juga bisa bertandang ke rumah adat-nya. Devmin sempat bertemu dengan beberapa tetua adat untuk mempelajari sejarah terbentuknya sawah berbentuk jaring laba-laba ini. (Nanti bakal Devmin bagi kalo kita udah masuk ke spot Flores ya, hehehe….) Kalo mau ke tempat ini, dari Ruteng nggak gitu jauh kok. Ambil arah ke kecamatan Cancar dengan jarak tempuh sekitar setengah jam. Biar enak sih naik sepeda motor aja. Kalo nggak ada bisa naik angkutan umum atau bemo seharga 10.000 rupiah, bilang aja turun di Pusat Informasi Desa Meler. Nah, dari situ kamu bakal di arahin ke spot-spot unik atau view point ke sawah-sawah yang cantik ini. Untuk tiket entrance sendiri, lokal hanya dikenakan Rp.5000 sementara mancanegara Rp.20.000.

So, kalo kamu ke Ruteng, tempat ini boleh jadi salah satu alternatif loh buat wisata. Last but not least, ada ungkapan selamat siang dalam bahasa manggarai : Tabe.

Di Ruteng juga ada salah satu kuliner khas yang sangat direkomendasikan oleh banyak orang. Kuliner satu ini berupa cemilan yaitu bernama kompyang. Nah, kompyang adalah temannya roti tawar yang berbentuk bulat dengan taburan wijen diatasnya.

Kompyang memiliki tekstur luar yang agak keras, namun dalamnya sangat lembut sekali. Biasanya kompyang ada yang tidak ada isi (polos), dan ada juga yang berisi daging babi, cokelat, kacang hijau, dan lain – lain.

Masyakarat sekitar biasanya menyantap kompyang ini sebagai sarapan ataupun cemilan di sore hari. Biasanya kompyang dimakan dengan cara dicelupkan ke kopi sehingga rasanya sangat nikmat sekali.

SD Muhammadiyah Laskar Pelangi di Belitung

Siapa yang pernah nonton laskar pelangi? Salah satu film yang diangkat dari sebuah kisah nyata yang sangat mengharukan ini rupanya melakukan syuting di belitung. Nama sekolahnya yaitu SD Muhammadiyah yang tampak sudah sangat lusuh sekali.

Kemaren, tim mampir ke salah satu sekolah yang paling hits di Belitung. Meskipun cuma replikanya, sekolah ini hits karena menjadi sekolah dari Lintang CS di film Laskar Pelangi.

Ya, SD Muhammadiyah. SD ini terlihat tua dan sepertinya disenggol sedikit saja roboh. Lokasinya berada di atas gundukan pasir putih. Kalau melihat kedalam, rasanya sih miris. Kursi dan Meja yang tidak layak pakai. Lantai tanah. Ya, mungkin properti film dibuat seperti ini.

Nah, katanya sekolah aslinya sih udah diperbaiki, letaknya juga di Kota Gantung. Hmmm, tapi kasihan juga yah kalau harus belajar di sekolah seperti ini. Bersyukurlah bagi temen-temen yang mendapatkan pendidikan ditempat yang layak. Jadi mulai mikir SKRIPSI 😂 yang belom kelar, duh pendidikan ayo ah!

Nah, pagi gini udah ngopi belom? Bagi kamu para pecinta kopi, belum afdhal kalau main ke Belitung tapi nggak mampir ke Manggar. Kota Manggar lebih dikenal dengan kota 1001 warung kopi. Lho kok bisa?

Selama perjalanan keliling Manggar, ada sih beberapa spot menarik seperti pantai Serdang, Pantai Nyiur Melambai, dan Bukit Samak. Tapi yang lebih terkenal di Kota Manggar adalah banyaknya warung kopi. Bahkan sampai disebut 1001 warung kopi. Entah sejarah pastinya gimana, yang Yud sempat tanyakan ke warga sekitar dulu biasanya para penambang timah setiap sorenya selalu ngopi, dan berkembanglah warung kopi itu sampai sekarang. Warung kopi inj juga sebagai tempat ngumpul dan bercengkerama, pusat informasi, lowongan pekerjaan, bahkan gosip dibahas di warung kopi ini! Bahkan ada warung kopi yang tua banget, seperti warung Kopi Anui. Kopi yang dijualnya pun rasanya khas banget. Biasa disebut kopi-O.

Jadi kalau yang main ke Belitung dan ngaku coffee addict, rugi besar kalau ga mampir kesini. Di setiap gang, selalu ada warung kopi. Serius banyak banget!

Yuk, ngopi pagi ini! Kamu sukanya kopi apa?

Trip ke Luar Negeri, Penting Nggak Sih?

Banyak sekali pro kontra yang dialami oleh para traveller. Salah satunya adalah jika mengunjungi luar negeri, akan di cap oleh masyarakat karena tidak mencintai negara sendiri. Apabila mengelilingi tanah air, akan di cap sebagai traveller yang tidak asik. Nah, jadi trip ke luar negeri penting gak sih?

Mari beropini aja yuk mengenai trip ke luar negeri. Akhir-akhir ini Yud banyak posting tentang spot di Luar Negeri. Banyak yang nanya kok sekarang post nya di LN min? Lho, traveling ke Luar Negeri itu nggak dosa lho. Terus kenapa harus mencoba traveling ke luar negeri? Dibaca dulu yuk!

1. Membuka Wawasan.
Yup! Jangan dirumah aja yuk. Dunia itu luas lho. Mungkin kamu bisa dapat banyak hal di Indonesia, tapi kamu juga bisa belajar lebih banyak di luar. Pasti setiap negara memiliki keunikan dan kearifan lokalnya masing-masing.

2. Nasionalis!
“Lho ngapain ke LN? Gak nasionalis ih” . Banyak yang berpendapat seperti ini. Anggap aja kita sebagai duta wisata negara lho. Kamu bisa mempromosikan Indonesia lewat foto-foto kepada temanmu yang kamu temui di luar sana. Nasionalis bukan diukur dari kamu pergi ke LN apa nggak. Kecuali kamu menjadi pengkhianat bangsa dengan membongkar rahasia negara.

3.Makin cas cis cus!
Ga jago Inggris? Nah kalau di luar kan otomatis kamu pasti pakai bahasa Inggris, dan pastinya bakal terbiasa lama-lama. Jamin!

4.Perbanyak teman, cari jodoh.
Nah! Senang banget lho punya teman dimana-mana. Siapa tau kamu bisa numpang dirumah teman bule mu saat kamu pelesir kesana. Atau malah jadi jodoh? Who knows.

5.Toleran.
Adat yang berbeda memaksa kamu untuk lebih bertoleran dalam menyingkapinya. Kamu nggak bisa maksain adat di Indonesia dengan adat disana.

6.Menjadi Inspirasi.
Saat melihat sesuatu yang baru, biasanya akan menjadi inspirasi untuk jauh lebih kreatif. Serius!

7.Bersyukur kita lahir di Indonesia.
Dibalik carut marutnya Negeri kita saat ini, ternyata masih ada yang bisa kita banggakan. Negara mana yang punya 17000 pulau dengan ratusan gunung, serta suku, bahasa, budaya, dan adat yang banyak banget?

Perjalanan Tanjung Selor di Kalimantan

Selama di Tanjung Selor, saya ditemani oleh saudara sepupu, yaitu Bayu. Bayu mengantarkan saya ke beberapa tempat menarik yang berada di Tanjung Selor.

“Yud, di Tanjung Selor nggak terlalu banyak spot wisata. Kebanyakan sih di Nunukan atau Malinau. Makanya heran juga aku, kau kesini cari wisata apa.” ujar Bayu.

“Nah, kan sekalian kunjung keluarga Bay. Sudah berapa tahun kita gak ketemu. Terakhir ketemu kita masih bocah.” balasku sambil tertawa.

Hari ini, destinasi pertama kami yaitu pemandian kilometer 14. Letaknya yang tak begitu jauh memungkinkan kami untuk pergi kesana. Perjalanan menuju kesana sebetulnya tidak sulit, tetapi jalan aspal campur tanah yang menjadi hambatan. Untungnya, mobil 4WD yang kami gunakan dapat melewati hambatan itu.

Singkat cerita, akhirnya kami sampai juga di pemandian itu. Tetapi kami terkejut dengan pemandangan yang kami lihat.

“Yud, sumpah. Terakhir aku kesini nggak kaya gini.” ujar Bayu.

Saya memperhatikan sekeliling. Berantakan. Terlihat Bangunan cafe yang sepertinya tak diurus lagi. Banyak sampah dan dedaunan yang tak dibersihkan. Belum lagi areal parkir yang becek. Tak ada satupun penjaga disini, bahkan tak ada orang selain kami.

“Sepertinya udah jarang dipakai Bay?”.

“Dulu padahal kadang rame Yud, suka main di sungai situ pada berendam.” ujar Bayu.

Lalu saya berjalan kearah hutan dan dan keliling sejenak. Terdapat beberapa kursi dan meja yang terbuat dari beton. Ada beberapa tempat sampah. Sepertinya tempat ini dulunya ramai, tapi tiba-tiba sepi begitu saja.

Untungnya, pepohonan masih terlihat lebat. Jadi saya memutuskan untuk mengambil beberapa gambar disana. Tapi tetap saja rasanya sedih, disaat ada suatu tempat yang punya potensi, tetapi ditinggalkan begitu saja. Hal seperti ini yang harus digali lebih dalam lagi.

Akhirnya sekarang sampai juga di Banjar! Sebelum explore Banjar, masih Lanjut cerita yang kemarin di Bulungan. Setelah puas explore Pemandian KM 14, saya dan Bayu melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Palas, dengan destinasi sejarah yaitu Musium Kesultanan Bulungan. Sama seperti musium-musium Kesultanan lainnya, di musium ini juga terdapat banyak artifak bersejarah peninggalan Kesultanan Bulungan masa itu.

Beberapa hal yang cukup menarik disini adalah dahulu kala pernah ada kapal yang tenggelam di tengah-tengah sungai Bulungan, dan sampai sekarang bangkainya masih ada. Belum lagi ternyata masih ada rumah-rumah peninggalan sultan yang masih ditinggali oleh keturunan hingga sekarang.

Dan selalu kalau jalan-jalan ke museum, gaya yang wajib dilakukan adalah berfoto di singgasana. Kalau kata orang dulu menarik jodoh. Siapa tau ada yang mau bersanding.

MANFAAT DARI BUAH PEPAYA UNTUK KESEHATAN

Kandungan dalam buah pepaya mengurangi radikal dari berkontribusi pada pertumbuhan sel kanker, Dalam sebuah riset kecil dpaat melibatkan orang dewasa peradangan dan kondisi dalam perut prakanker ya dan 14 buah dan sayur-sayuran agar kesehatan kita juga terratur dan tetap sehat dan dapat menyehatkan jantung sebagainya ya konsumsi pepeya terbukti efektif yan sangat bermanfaat untuk buha pepaya juga membantu melancarkan perencanaanya menjadi lancar ya.

MENINGKATKAN KSEHATAN JANTUNG
Konsumsi buha pepeya juga salah satu buah yang bisa mebantu menjagakan jantung melancarkan perencanaaa kita juga ya dan buah pepeya juga mengandungkan likopen dan vitamin C juga membantu mencegah penyakit jantung di dalam tubub anda ya dan juga membantu perlindungan dalam kolestrol (HDL).

MELANCARKAN PENCERNAAN
Ezim papain adalah adalah pepaya dmembuat protien gampag di cerna ya selqain itu konsumsi la pepaya yang sangat serat (DNA) air juga bis membant sembelitdan tingkatnya keteraturan yang di frekuensi dari BAB.

MELINDUNGI KESEHATAN KULIT
Buah pepaya bukan hanya bisa menjaga kesehatan saja ya, Buah pepaya juga bisa membantu melindungi kesehatan kulitnya ya karean buah pepeya sangat berkhasiatnya w,kulit wajah dan kecantikkan wajah terlihat lebih kencang juga telah di buktikan para ahlinya ya, untuk buah pepaya juga ada vitamin C nya dapat melindung kulit dari tanda-tanda penuan tersebut ya dan wajah nampak lebih awet mudah ya,

MENJAGA KESEHATAN TULANG
Kandungan buat buah pepaya juga bisa membantu untuk kesehatan dari tulang patah ya membantu penyerepan kalsium dapat memngurangi dari tenaga ekskrepsisehingga bisa membuat tulang kita menjadi lebih kuat ya dan bisa membantu juga tulang kaki,pinggang dan tangan ya dan harus tetap menjaga ksehatan tubu kita dengan baik dan telitih

MENCEGAH GANGGUAN PENGLIHATAN PDAA MANULA
Konsumsi dari buah pepeya juga mendapatkan penglihatan scara rutin dan mata kita juga kelihatan sangat eshat dan sangat jelas untuk melhat apapun itu ya dan dapat melidungi mata dari kerusakan akibat paparan sinar matahri dari luar ya, memicu degenarasi makula atau ada gangguan penglihatan mata kita ya di usia lanjut maupun seterunya

Cerita Jelajah 1000 Telaga di Indonesia

Baru posting lagi, karena sepulang dari trip kemarin langsung kena gejala tipes, mungkin karena kecapean. Terbukti kan jalan-jalan terus bukan berarti senang-senang aja tapi harus bisa jaga kesehatan? :D.

Perjalanan saya bersama Jelajah Merdeka sebenarnya sudah usai, tapi ceritanya belum selesai. Mari kita lanjutkan cerita yang kemarin. Setelah asyik menikmati Soto Krandegan, kami langsung meluncur ke arah Dieng. Yang pernah ke Dieng pasti tau kalau Dieng memiliki banyak sekali danau-danau cantik. Nah, danau cantik yang pertama kami kunjungi adalah Telaga Cebong.

Siapa sih yang nggak tahu Telaga Cebong? Setiap orang yang ke Puncak Sikunir pasti melewati Telaga Cebong ini. Iya, letaknya persis disebelah kanan gerbang masuk Sikunir. Biasanya, wisatawan yang malas mendaki Sikunir memilih nangkring di warung-warung sekitaran Cebong. Banyak juga orang yang kemping disekitaran danau juga lho!

Boleh juga lah buat dijadiin tempat kemping. Apalagi suhunya itu lho, dingin-dingin empuk. Enak banget di tenda ngagoler sambil pelukan.

Sebenarnya masih ada beberapa postingan tentang Jelajah Merdeka Negeri 1000 Danau, jadi dilanjutin aja. Tim akhirnya melanjutkan perjalanan ke Telaga Dringo. Untuk review Dringo sendiri, udah pernah saya tulis dua bulan yang lalu. Yang jelas, Dringo ini kece banget karena dijamin sepi. Dringo dijamin sepi karena jarang wisatawan yang sampai di Dringo karena letaknya yang cukup jauh. Nah lain kali kalau ke Dieng, ya wajib lah ke Dringo!

Nah, berhubung sebentar lagi selesai kontrak kerja nih, saya udah bikin banyak plan buat next trip. Rencananya, bulan depan saya bakal overland ke satu negara yang lokasinya cukup jauh dan cukup menantang. Perjalanan kali ini bakalan cukup lama, hampir sebulan (mentok di visa) dan pastinya backpacker abis. Kereta dan Couchsurfing bakal jadi transportasi dan akomodasi utama. Ada yang bisa nebak mau kemana?

Jadi setelah explore Dieng, tim Jelajah Merdeka melanjutkan perjalanan ke Rawa Pening, Salatiga. Pemandangan Rawa Pening ini kece banget lho! Dari mulai danau yang ukurannya segede bagong, sampai gunung-gunung yang menjadi backgroundnya! Dari Gn Merbabu, Gn Sindoro Sumbing, dan lain-lain! Source : @catatanbackpacker.

Sanggup Makan Dengkul Sapi? Cobain di Kokot Al Ghazali

Jalan – jalan ketika liburan belum pas kalau belum keliling menjelajahi kuliner legendaris yang ada di tempat – tempat tersebut. Kali ini kita akan jalan ke Madura dan ada salah satu makanan legenda yang menjadi tujuan setiap wisatawan yang berkunjung yaitu Kokot Al Ghazali.

Penasaran kuliner seperti apa kokot yang dimaksud dan menjadi tujuan seluruh pengunjung kota madura? Ini dia pengalaman Ashari Yudha yang dilansir dari instagramnya yang sudah bercentang biru. Oke. Sudah lama nggak bahas makanan, sekali bahas langsung makanan berat.

Udah pernah makan kaki sapi kan? Tapi pernah nyobain kaki sapi yang segede dinosaurus? Kalau ke Madura, kamu harus nyobain makan yang namanya Kokot alias tulang kaki sapi. Nah, di Kokot Al Ghazali ini, kaki sapi merupakan salah satu menu utama dan yang paling difavoritkan. Kamu bisa langsung sedot sumsumnya, pakai sedotan. Slrrrrp!!!

Kelezatan makanan andalan Depot Kaldu Al Ghazali ini tidak lepas dari cara pengolahan masakan yang penuh dengan kesabaran, sehingga akhirnya menghasilkan cita rasa kaldu lezat dengan bumbu racikan khas Madura dan lembutnya daging dan gajih yang menempel di tulang.

Tempat Makan Kokot Al-Ghozali adalah usaha turun temurun dari sebuah keluarga yang saaat ini diurus oleh Hj. Nur Hasanah (generasi ke-3). Beliau merupakan anak dari Abah Ghozali  dan tempat makan ini sudah sangat terkenal sejak 40 tahun yang lalu dalam mengelola depot kaldu ini. Berawal dari rumah makan sederhana, kini sop kaldu telah dikenal hingga luar Madura. Mantap nggak tuh?

Tapi asli, saking gedenya ini Kokot, saya gak sanggup makannya. Nggak habis! Padahal enak, ya tapi karena saking gedenya, jadi gak abis. Salut untuk Depot Al Ghazali karena membuat saya makan gak bisa habis, jarang-jarang nih saya makan gak habis hehe.

Kalau kamu pernah nggak makan apa gitu yang enak, tapi nggak habis karena saking besarnya itu porsi? Apakah biasanya kamu akan bagi dua sama teman yang makannya juga sedikit? Atau tetap bakal makan satu porsi?

Tradisi Tatung di Singkawang Sejak 1737

Salah satu tradisi dari china adalah budaya tatung. Tatung kali ini akan kita bahas dari salah satu daerah yang setiap tahunnya mengadakan festival tatung yaitu Singkawang. Masyarakat keturunan cina di singkawang masih sangat menjaga budaya dari leluhurnya dan melakukan festival tatung setahun sekali pada saat imlek.

Tatung berasal dari bahasa Hokkian yang memiliki arti untuk orang – orang terpilih atau orang yang memiliki kemampuan untuk menjadi wadah bagi dewa yang berkunjung sehingga dapat melakukan berbagai atraksi menantang maut. Dipercayai tubuh sang tatung akan dipinjam oleh dewa ataupun datuk sebagai media komunikasi dengan sekitar.

Biasanya ketika dewa sudah masuk ke dalam tubuh, dapat dilihat dari sorotan mata ataupun gerak – gerik tubuhnya. Bahkan dipercayai jika dewa yang lebih tinggi masuk, maka sang tatung harus duduk ditandu dan tidak boleh sembarangan untuk berjalan di jalanan biasa.

Perayaan ini dipercayai adalah untuk mengusir roh jahat dan juga meniadakan kesialan yang dapat terjadi di tahun tersebut. Setiap aksi dari tatung selalu sangat menegangkan namun kita juga pasti akan tercengang karena keren.

Tatung di singkawang pun dipercayai sudah sangat lama sekali masuk ke kota tersebut. Menurut sejarah, pada tahun 1737 tatung ini mulai memasuki Singkawang lewat masyarakat china yang merantau. Semenjak saat itu, tradisi ini terus dibawa sampai sekarang.

Nah, Festival Tatung ini merupakan salah satu atraksi dari banyaknya rangkaian festival Cap Go Meh yang diadakan setiap tahunnya di Singkawang. Percaya nggak sih, festival tahun ini memecahkan 4 rekor MURI lho!

Yang pertama, Festival dengan jumlah Tatung terbanyak (ada 1038 orang Tatung!), lalu ada gerbang Festival Cap Go Meh terbesar di Indonesia, lalu festival Lampion dengan Lampion terbanyak se Indonesia (sekitar 20 ribu lebih), dan juga rekor hadirnya 9 naga besar yang dibawa oleh yayasan yang mengikuti festival tahun ini.

Menarik sekali bukan mengenal salah satu budaya lagi yang ada di Indonesia? Memang Indonesia selalu mengejutkan dengan ratusan ribu bahasa, tradisi, serta budaya yang menarik. Menjelajahi Indonesia adalah salah satu pilihan terbaik dalam hidup.